 |
|
Dalam hidup ini kita punya ruang untuk bercinta secara pribadi dengan istri, dengan suami, dengan anak dan seluruh keluarga teman teman se- club, se- organisasi, se-kelompok dan sebagainya.
semua kejadian dalam hidup adalah ruang percintaan, sampai cinta sebangsa dan sebagainya dan puasa adalah satu peluang yang luar biasa dimana seorang individu memiliki peluang untuk bercinta dengan Allah SWT. Anda tinggal mencari cara- cara pandang untuk menemukan dan menghayati betapa dahsyat dan beruntungnya kita mendapatkan peluang untuk bercinta dengan Allah SWT.
Kenapa bercinta secara pribadi ? Allah mengatakan puasa itu milikku dan aku akan menyediakan balasan- balasan untuk orang yang bercinta denganku, karena memang tidak mungkin puasa itu tidak private, karena tidak seorangpun tahu kita berpuasa atau tidak.
kita bisa curi- curi minum dimana- mana, kita juga tidak bisa mengawasi bapak kita, istri kita, anak kita, saudara kita, siapapa pun, kita juga bisa berbuka puasa dengan orang- orang yang kita tidak bisa cek mereka berpuasa atau tidak . oleh karena itu, ini benar- benar sebuah ruang dimana kita berhadapan langsung secara pribadi dengan Allah SWT. Dan tinggal anda punya ilmu nggak untuk memanfaatkan itu untuk semua.
Kalau anda bercinta suami istri, berarti ada take and give fivety fivety, tapi kalau dengan Allah tidak mungkin fivety fivety, pasti anda hanya akan ngasih paling banyak 10 persen, tetapi Allah yang lebih memiliki kekayaan keluasan ruang untuk member kita 90 persen.
jadi barang siapa tidak memanfaatan peluang percintaan pribadi dengan Allah ini, dia harus mengulang cara berfikir hidupnya.
 |
|
Percikan ilmu volume 1, oleh Emha Ainun Najib
0 komentar:
Posting Komentar